Monday, March 16, 2009

2nd Meeting with Leuphana Universität Lüneburg

Dear All,

bertempat di Restaurant Kembang Goela yang terletak di kompleks Plaza Sentral, Jalan Sudirman, Jakarta, pada hari Jum'at, 13 Maret 2009 telah diadakan pertemuan antara tim TASDA - BPPT dan tim Leuphana Universität Lüneburg yang diwakili oleh Prof. H.D. Olbrisch didampingi oleh seorang mahasiswa S3-nya. Pertemuan yang dimulai pada jam 13.30 setelah sholat Jum'at ini diagendakan untuk membicarakan rencana pelaksanaan "Executive Capacity Builtong Program on Agricultural Development and Policy" pada tahun ini. Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua setelah pada bulan Februari diadakan pertemuan pertama di Yogyakarta.
Dalam pertemuan ini dibahas proposal yang telah disusun oleh Tim dari TASDA. Beberapa rencana detil juga dibicarakan untuk mengantisipasi berbagai persoalan administrasi dan teknis yang mungkin timbul. Pada dasarnya pihak Leuphana Universität Lüneburg sangat mendukung adanya program untuk level eksekutif ini dan bersedia menjadi counterpart dalam pelaksanaannya.
Bravo!!!

Tugas Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan

Tugas Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan
(Sumber : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
NOMOR 01/Kp/BPPT/I/2009
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN
ANGKA KREDITNYA)


Fungsi Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat dirincikan dari jenjang Perekayasa yang paling rendah hingga jenjang Perekayasa yang paling tinggi, sebagai berikut.

(1). Staf Perekayasa (Engineering Staff)
Melaksanakan kegiatan penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual untuk spesifik bidang tertentu, dibawah koordinasi Leader.
Secara rinci tugas Engineering Staff adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan desain konseptual;
2. Melaksanakan desain awal;
3. Melaksanakan desain rinci;
4. Melaksanakan perhitungan;
5. Melaksanakan pengujian;
6. Melaksanakan eksplorasi;
7. Melaksanakan observasi;
8. Melaksanakan pengukuran;
9. Melaksanakan modifikasi produk;
10. Melaksanakan perawatan produk;
11. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi;
12. Melaksanakan studi banding sistem teknologi;
13. Menuliskan hasil pekerjaan diatas dalam sistem pelaporan yang telah ditentukan dan
melaporkan hasilnya kepada Leader

Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working
sheet), Benda kerja, foto, Log book, Technical Notes.


(2). Ketua Sub Kelompok (Leader) --> WP
Memipin para Engineering Staff dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual untuk spesifik bidang tertentu.
Secara rinci tugas Leader adalah sebagai berikut:
1. Memberikan supervisi pelaksanaan desain konseptual;
2. Memberikan supervisi pelaksanaan desain awal;
3. Memberikan supervisi pelaksanaan desain rinci;
4. Memberikan supervisi pelaksanaan perhitungan;
5. Memberikan supervisi pelaksanaan pengujian;
6. Memberikan supervisi pelaksanaan eksplorasi;
7. Memberikan supervisi pelaksanaan observasi;
8. Memberikan supervisi pelaksanaan pengukuran;
9. Memberikan supervisi pelaksanaan modifikasi produk;
10. Memberikan supervisi pelaksanaan perawatan produk;
11. Memberikan supervisi pelaksanaan studi kelayakan sistem teknologi;
12. Memberikan supervisi pelaksanaan studi banding sistem teknologi;
13. Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para engineering staff tentang pekerjaan mereka;
14. Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package) yang dipimpinnya;
15. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Pemimpin Kelompok (Group Leader) secara berkala (pemaparan, diskusi, dan penyimpulan hasil);
16. Sebagai Leader memeriksa Techical Notes;
17. Sebagai Leader mempersiapkan Technical Report/ Technical Memorandum.

Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet), Benda kerja, Log book, Lembar Instruksi Teknik (Instruction Sheet), Lembar Keputusan (Decision Sheet), Materi Presentasi, Technical Notes, dan Technical Report.


(3). Ketua Kelompok (Group Leader) --> WBS
Mengkoordinasikan para Leader dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual sebagai pemadu beberapa bidang spesifik dalam satu kelompok tertentu yang ia pimpin.
Secara rinci peran dan tugas Group Leader adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structure) untuk masalah disain/testing/eksplorasiobservasi/pengukuran/modifikasi/perawatan;
2. Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara group yang terkait;
3. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu, pendanaan, dan pengadaan barang sesuai dengan WBS nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan;
4. Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager;
5. Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Program Manager;
6. Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan Struktur Rincian Kerja yang dipimpinnya;
7. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala (paparan, diskusi dan kesimpulan);
8. Mempersiapkan Design Manual/Engineering Manual/Test Manual/Production manual;
9. Menyetujui Technical Notes;
10. Memeriksa Technical Report/ Technical Memorandum;
11. Mempersiapkan Technical Document.
Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet), Benda kerja, Log book, Lembar Instruksi (Instruction Sheet), Kontrak Kerjasama, Lembar Keputusan (Decision Sheet), Materi Presentasi, Lembar Usulan Spesifikasi Teknis, Design/Engineering/Test/ Production Manual, Technical Report/Technical Memorandum, Technical Document.

Saturday, March 14, 2009

Nasi Kebuli Gaya Betawi

MAU rasa bumbu kuat nasi kebuli Betawi? Datanglah ke Rumah Makan Ibu Layla. Mau yang tipis-tipis saja bumbunya? Datanglah ke Restoran dan Catering Puas. Bagi para penggemar nasi kebuli di Jakarta dan sekitarnya, kedua tempat makan ini memang populer.

Rumah Makan (RM) Layla terletak di Jalan Kampung Melayu Besar Nomor 70 di sebelah Masjid At-Tahiriyah, Jakarta Selatan, sedangkan RM Puas ada di tiga lokasi, yaitu di Jalan Condet Raya Nomor 78, Condet, Jakarta Timur; Jalan Lapangan Bola Nomor 5 di belakang kantor RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat; serta di Jalan Raya Jati Waringin Nomor 7 di depan Waringin Permai, Jakarta Timur.

Harga seporsi nasi kebuli di RM Layla Rp 35.000, sedangkan porsi yang lebih besar Rp 48.000. Porsi nampan sedang untuk enam orang Rp 270.000, sedangkan porsi nampan besar untuk delapan orang Rp 360.000.

”Untuk yang membeli nampan sedang, kami beri bonus satu porsi, sedangkan untuk yang membeli nampan besar, kami beri bonus dua porsi,” kata pemilik RM Layla, Faik.

Rasa jinten, kepulaga, dan cengkeh pada nasi kebuli RM Layla kuat di lidah. ”Khusus kepulaga, saya titip beli dari Malaysia, tetapi kepulaganya sendiri berasal dari Guatemala,” ujar Faik sambil menunjukkan dus penyimpan kepulaga bertulis buatan Guatemala.

Nasi kebuli Faik tidak membuat penikmatnya mual karena lemak daging kambing. Sebab, berasnya direbus dengan kaldu daging kambing yang sudah bebas dari lemak. ”Saya sendiri yang mengawasi agar tidak ada lemak mengambang dalam kaldu kambing kami,” tutur Faik.

Kepada pemotong kambing, ia selalu minta agar seluruh lemak dibersihkan. Jeroan dan kepala dibuang. Sesampai di RM Layla, Faik masih membersihkan daging dari lemak. Hasilnya, masih ada setengah kilogram lemak dibuang.

Supaya rasa manis daging kambing tidak hilang, daging tidak dicuci. Faik mengawasi langsung kebersihan tangan dan cara kerja pemotong kambing. Kambing ia pilih yang berusia maksimal enam bulan.

Itu sebabnya kambing goreng pendamping nasi kebuli buatan RM Layla empuk dan manis. Rasa rempahnya meresap dan tidak membuat mual.

Selain tiga potong daging kambing goreng, nasi kebuli RM Layla disertai sambal goreng yang dicampur irisan kecil ati dan daging paha kambing, serta acar timun, tomat, dan nanas muda. Acarnya sedikit berkuah. Hmm..., uap nasi hangatnya menebar aroma harum rempah, menggugah selera.

RM ini juga menawarkan sajian nasi kebuli ayam, dadar gulai kambing, nasi goreng kambing dan ayam, lontong gulai kambing, lontong kari ayam, sop dan gulai kambing, serta tulang iga kambing.

Berbeda dengan RM Layla, sajian nasi kebuli RM Puas berbumbu tipis-tipis dengan daging yang masih menyisakan sedikit lemak dan urat. Nasi ditaburi kismis, tetapi tanpa sambal goreng ati dan daging paha kambing. Acar disajikan tanpa kuah.

RM Puas mematok harga sepiring nasi kebuli Rp 22.500, sedangkan RM Layla Rp 35.000.

Minuman istimewa

Minuman istimewa nan hangat pendamping nasi kebuli RM Puas ada dua, yaitu balion dan teh susu Arabia. Teh susu Arabia terdiri dari susu tawar pembuat kue, cengkeh, pala, kepulaga, dan gula. Minum teh susu Arabia setelah menyantap nasi kebuli membuat rasa mual hilang. Dinding mulut pun kembali kesat. Harga secangkir Rp 10.000.

Minum balion seusai menyantap nasi kebuli, badan jadi ”grengngng…”, siap tempur. Maklum, balion terdiri dari kuning telur ayam kampung, kuah kaldu daging kambing, merica, kecap, dan jeruk nipis.

Untuk yang dicampur satu kuning telur harganya Rp 8.000 secangkir, sedangkan yang dicampur dua kuning telur harganya Rp 10.000. ”Sajian kedua jenis minuman ini tidak ada di tempat lain. Ini racikan istimewa kami,” kata Sobari (52), pengelola RM Puas, saat ditemui di Jalan Condet Raya 78.

Ia lalu menyebutkan minuman dingin Vosco yang juga resep RM Puas. Vosco tak lain adalah es soda gembira, tetapi susu kental manisnya diganti dengan susu coklat kental manis. Segelas harganya dipatok Rp 8.500.

Suasana

Interior di RM Puas tertata lega dan bersih. Di samping menyediakan beberapa meja dan kursi, rumah makan ini juga menyediakan beberapa meja makan untuk lesehan. Ruangnya masih baru. Langit-langitnya digantungi lampu-lampu berkap warna aluminium.

Bentuk kapnya seperti botol berleher panjang terpenggal sepertiga bagian bawahnya. Temboknya berlapis kertas dinding, bermotif lembut berwarna semu oranye.

Jarak antarkelompok meja-kursi diatur sehingga cukup untuk mondar-mandir. Dengan demikian, tidak membahayakan anak-anak. Oleh karena itu, suasananya cocok untuk makan bersama keluarga.

Menurut Sobari, RM Puas umumnya ramai dikunjungi pembeli pada pukul 20.00. ”Hari Sabtu dan Minggu hampir ramai sepanjang hari,” ucapnya. Di akhir pekan itu, lanjutnya, sebagian besar pelanggan datang bersama keluarga.

Ia mengatakan, setiap hari, untuk memenuhi kebutuhan sajian nasi kebuli di tiga lokasi RM Puas, RM-nya menghabiskan rata-rata 25 kilogram daging kambing muda. ”Jumlah itu hanya untuk kebutuhan sajian nasi kebuli,” katanya.

RM Layla buka setiap hari pukul 10.30 sampai 22.00 dan ramai dikunjungi pada pukul 13.00-14.00. ”Kalau menjelang magrib persediaan menu sudah habis, kami berbelanja kembali untuk para pembeli yang ramai datang pada pukul 19.00-20.00,” kata Faik.

Ia menjelaskan, hampir semua pembeli yang makan di RM Layla berasal dari kalangan pegawai, sedangkan yang memesan untuk diantar berasal dari kalangan keluarga yang sedang hajatan. Setiap hari RM Layla menghabiskan empat kambing muda.

Hadramaut

Pada bagian lain Sobari menjelaskan riwayat RM Puas. Pendirinya adalah Maryam Assegaff. Awalnya, perempuan berdarah Hadramaut, Yaman Selatan, ini membuka warung di sekitar Hotel Sriwijaya di Jalan Veteran, dekat Masjid Istiqlal.

Tahun 1990, warung pindah ke Jalan Lapangan Bola, Kebon Jeruk, dan pada tahun 2000 membuka cabang di Jalan Raya Jati Waringin 7. Tahun 2004, RM Puas kembali membuka cabang di Jalan Condet Raya 78.

”Tahun 2000, Ibu Maryam menyerahkan pengelolaan RM Puas kepada putranya, Pak Jafar (Jafar Sadiq Assegaff). Sampai sekarang, Pak Jafar masih mengelola ketiga RM Puas,” ujar Sobari.

Sama dengan Jafar, Faik pun mewarisi usaha RM Layla dari ibunya, Gamar, yang juga masih berdarah Hadramaut. Faik mengatakan, yang pertama kali membuka warung nasi kebuli adalah neneknya, Alawiyah.

Alawiyah membuka warung di Ciawi, Puncak, tahun 1960-an. Kala itu, sang nenek sudah meracik bumbu nasi kebuli sesuai lidah orang Melayu, terutama Betawi.

”Jadi, racikan bumbu yang saya gunakan sekarang berasal dari nenek saya,” ungkap Faik.

Belasan tahun kemudian, sang nenek berhenti membuka warung nasi kebuli dan baru pada tahun 2000, Gamar, ibu Faik, membuka warung nasi kebuli di dekat Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga, Jatinegara, Jakarta Timur.

Tahun 2003, RM Layla membuka cabang di Jalan Kampung Melayu Besar 70. Namun, tahun 2003, RM Layla di RS Mitra Keluarga ditutup.

Tahun 2005, RM Layla di Jalan Kampung Melayu Besar 70 diperluas. Namun, itu belum cukup bagi Faik yang masih berharap bisa membuka cabang.

WIN
Sumber : Kompas Cetak